Sebelum mengendarai kendaraan di jalan raya, setiap pengendara wajib hukumnya untuk memiliki SIM. SIM atau Surat Izin Mengemudi adalah surat resmi dari POLRI sebagai tanda atau bukti registrasi bahwa pengemudi telah lulus dari keseluruhan syarat administrasi untuk mengendarai kendaraan bermotor.

Mengapa Pengendara Mobil Pribadi Harus Memiliki SIM?

Setiap pengemudi kendaraan bermotor wajib memiliki SIM peraturan ini tercantum pada Pasal 18 (1) UU No. 14 Th 1992 tentang Lalu-lintas dan Angkutan Jalan, bahwa setiap pengemudi kendaraan bermotor di wilayah wajib memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

Selain itu, peraturan mengenai SIM ini juga dijelaskan dalam beberapa dasar hukum antara lain, UU No.2 Tahun 2002, Pasal 14 ayat (1) b, Pasal 15 ayat (2) c, dan Peraturan Pemerintah No. 44 / 1993 Pasal 216.

SIM wajib dibawa setiap kali sedang berkendara dimanapun dan kapanpun baik motor maupun mobil. Jika kamu tidak membawa SIM ketika sedang berkendara, kamu bisa dikenakan sanksi tilang karena dianggap melanggar peraturan lalu lintas.

Hal ini sesuai dalam Pasal 77 ayat (1) UU No.22 Tahun 2009, disebutkan bahwa orang yang mengemudikan kendaraan bermotor tanpa memiliki SIM akan dikenakan pidana berupa kurungan paling lama 3 bulan atau denda paling banyak 1 juta rupiah.

Di Indonesia, terdapat berbagai jenis SIM yang berlaku. Untuk pembagian jenis SIM di Indonesia diatur sesuai dengan Pasal 77 ayat (1) UU No.22 Tahun 2009, jenis SIM ini dibagi menjadi dua yaitu jenis SIM perorangan dan jenis SIM umum.

Jenis SIM Perorangan

SIM perorangan merupakan jenis SIM yang dimiliki oleh seseorang yang mengendarai kendaraan untuk kepentingan pribadi dan tidak digunakan untuk kepentingan umum maupun tujuan komersil seperti angkutan umum dan lainnya.

Nah, jenis SIM inilah yang harus dan wajib kamu miliki ketika kamu menggunakan kendaraan pribadi untuk mobilisasi kebutuhan sehari-hari seperti bekerja, dan lain sebagainya.

Baca juga:
15 Cara Bayar Pajak Stnk Mobil Secara Online

Jenis SIM perorangan ini juga dibagi kedalam beberapa jenis lainnya dan diatur dalam Pasal 80 UU No. 22 Tahun 2009 dan Pasal 211 (2) PP 44 / Tahun 1993. Jenis SIM perorangan antara lain:

1. SIM A

SIM A diperuntukan kendaraan bermotor roda 4 atau mobil dengan berat yang diperbolehkan tidak lebih dari 3.500 Kg. Nah, buat kamu pengendara mobil, jenis SIM yang wajib kamu miliki adalah SIM A.

2. SIM B

  • SIM B1: diperuntukan untuk kendaraan bermotor dengan berat yang diperbolehkan lebih dari 1.000 Kg. kendaraan yang dimaksudkan disini adalah mobil bus perseorangan maupun mobil angkutan milik perseorangan.
  • SIM B2: diperuntukkan untuk kendaraan bermotor yang menggunakan kereta tempelan dengan berat yang diperbolehkan lebih dari 1.000 Kg. SIM B2 wajib dimiliki bagi orang yang mengemudikan atau mengoperasikan kendaraan alat berat, kendaraan penarik, atau truk gandeng milik perseorangan.

3. SIM C

SIM C diperuntukan kendaraan bermotor roda 2 yang dirancang dengan kecepatan lebih dari 40 Km / Jam. Buat Bro-Sis yang mengendarai motor, wajib untuk memiliki SIM C. SIM C ini sendiri dibagi menjadi 3 kategori yaitu:

  • SIM C1: digunakan untuk sepeda motor dengan kapasitas mesin dibawah 250 cc.
  • SIM C2: digunakan untuk sepeda motor dengan kapasitas mesin diatas 250 cc dan maksimal 500 cc.
  • SIM C3: digunakan untuk mengendarai kendaraan bermotor roda dua dengan kapasitas mesin diatas 500 cc.

4. SIM D

SIM D merupakan SIM khusus yang diperuntukkan untuk pengemudi yang menyandang disabilitas/berkebutuhan khusus.

Jenis SIM Umum

Berbeda dengan SIM perorangan, SIM umum ini wajib dimiliki oleh setiap pengendara yang mengendarai kendaraan yang bertujuan untuk kepentingan umum seperti angkutan umum maupun angkutan barang. SIM umum dibagi kedalam 3 jenis yaitu:

1. SIM A Umum

SIM A umum, diperuntukkan bagi orang yang mengemudikan kendaraan bermotor umum dan barang dengan jumlah berat tidak melebihi 3.500 kg.

2. SIM B Umum

  • SIM B1 Umum: Wajib dimiliki oleh orang yang mengemudikan mobil penumpang dan barang umum dengan berat lebih dari 1.000 kg.
  • SIM B2 Umum: Digunakan oleh pengemudi kendaraan penarik atau kendaraan bermotor yang memiliki gandengan dengan berat kendaraan maksimal lebih dari 1.000 kg.

Untuk membuat SIM, tidaklah bisa sembarangan. Ada beberapa persyaratan yang harus Bro-Sis penuhi sebelum membuat SIM. Syarat dalam pembuatan SIM perorangan sudah diatur dalam Pasal 81 ayat (2), (3), (4), dan (5) UU No. 22 Tahun 2009.

Persyaratan Pembuatan SIM

  • Berusia 17 tahun untuk pengajuan SIM A, C, dan D
  • Berusia 20 tahun untuk pengajuan SIM B1
  • Berusia 21 tahun untuk pengajuan SIM B2
  • Berusia 20 tahun untuk pengajuan SIM A Umum
  • Berusia 22 tahun untuk pengajuan SIM B I Umum
  • Berusia 23 tahun untuk pengajuan SIM B II Umum
  • Pemohon melengkapi syarat administrasi seperti KTP, mengisi formulir, membuat rumusan sidik jari, serta Surat Keterangan Sehat dokter dan telah lulus tes psikologi.
  • Pemohon wajib mengikuti ujian teori dan dinyatakan lulus, kemudian melakukan praktik atau simulasi berkendara pada layanan yang telah disediakan.
  • Bagi pemohon jenis SIM B1 harus harus memiliki SIM A sekurang-kurangnya 12 bulan. Sedangkan pemohon SIM B2 harus memiliki SIM B1 sekurang-kurangnya 12 bulan.

Biaya Pembuatan SIM

SIM ARp 120.000
SIM B IRp 120.000
SIM B IIRp 120.000
SIM CRp 100.000
SIM C I Rp 100.000
SIM C IIRp 100.000
SIM DRp 50.000
SIM D IRp 50.000
SIM InternasionalRp 250.000

Biaya Perpanjangan SIM

SIM ARp 80.000
SIM B IRp 80.000
SIM B IIRp 80.000
SIM CRp 75.000
SIM C I Rp 75.000
SIM C IIRp 75.000
SIM DRp 30.000
SIM D IRp 30.000
SIM InternasionalRp 225.000

Comments are closed.