Kopling adalah bagian dari SPT atau sistem pemindahan tenaga dan power train system di kendaraan. Kopling memiliki fungsi untuk memutuskan serta menghubungkan putaran pada mesin ke transmisi secara halus dan tidak terjadi slip.

Apa Itu Release Bearing Beserta Fungsinya

Sumber: Kginternational.com

Salah satu contoh komponen kopling manual adalah release bearing atau dikenal juga dengan istilah drag leher oleh masyarakat umum.

Komponen lain yang terdapat pada kopling mobil adalah release fork atau dikenal dengan garpu pendorong. Fungsinya untuk mendorong release sehingga bisa menekan pegas di clutch cover.

Pemakaian release fork yang secara terus menerus bisa mengakibatkan kehausan jadi berpengaruh dengan injakan kopling menjadi lebih dalam.

Baca juga:
Fungsi dan Cara Memasang Valve Spring Compressor

Nah, komponen berikutnya adalah release bearing kopling yang sering ditemukan pada sejumlah kendaraan terutama mobil sehingga Bro-Sis perlu memahaminya.

Release bearing adalah salah satu komponen yang terdapat di sistem kopling mobil manual. Letak release bearing adalah di bagian dalam bak kopling yang dipasang di poros input shaft transmisi. Tepatnya diantara clutch cover dan juga release fork.

Fungsi dari release bearing ialah untuk meneruskan dorongan dari release fork atau garpu pembebas pegas diaphragm yang terdapat di clutch cover atau rumah kopling saat pedal kopling ditekan.

Sehingga dengan adanya dorongan dari garpu pembebas maka release bearing akan menekan diaphragm spring, jadi clutch disc bisa terbebas dari jepitan diantara flywheel dengan pressure plate.

Kondisi ini membuat kinerja dari release bearing menjadi berat. Sebab ada tekanan yang terjadi pada saat diaphragm spring berputar sesuai dengan putaran mesinnya.

Itulah sebabnya dibutuhkan bearing yang cukup kuat supaya dapat menekan dan juga mengikuti putaran diaphragm springnya. Kemudian pelumasan yang dibutuhkan release bearing sifatnya adalah permanen. Pada umumnya pemilihan pada material release bearing sangat penting sekali supaya bisa menghindari kerusakan.

Baca juga:
Apa Itu Piston Ring Compressor dan Fungsinya? Simak Disini

Apalagi gerakan yang terjadi pada komponen release bearing cukup keras, akan membuat diaphraghm di mesin patah dan kemudian mengalami kehausan.

Untuk menghindarinya, perlu dilakukan pemeriksaan atau service secara berkala. Nah, untuk Bro-Sis yang mau tahu lebih lengkapnya mengenai komponen release bearing simak penjelasannya di bawah ini.

Komponen-komponen Release Bearing

Contoh komponen-komponen pada release bearing adalah :

1. Rubber Seat dan Resin Seat

Komponen atau bagian dari release bearing yang pertama adalah rubber seat dan resin seat. Fungsi dari komponen yang satu ini adalah untuk meredam getaran pada saat release bearing terhubung dengan diaphrahm spring.

2. Hub

Komponen release bearing yang kedua adalah hub yang fungsinya adalah untuk menjadi dudukan release bearing dan terhubung juga dengan release fork.

3. Self Centering Release Bearing

Komponen release bearing yang ketiga adalah self centering bearing. Fungsinya adalah untuk bearing atau bantalan luncur yang dapat meratakan posisinya ke bagian tengah secara otomatis saat terhubung dengan diaphragm spring.

4. Wave Washer dan Snap Ring

Komponen release bearing yang keempat adalah wave wahser dan snap ring. Fungsinya adalah menahan bearing supaya dapat terikat dengan hub.

Sebagian besar sistem kopling mobil seperti ini telah memakai release bearing dengan model self centering release bearing. Bearing model yang satu ini punya kemampuan dapat mencegah kebisingan yang sering terjadi pada saat permukaan bantalan dari release bearing menekan diaphragm spring yang tidak merata.

Prinsip kerja release bearing adalah pada saat bekerja menekan diaphragm maupun coil maka perlu dipastikan ada di tengah, Kinerja ini dapat dipastikan di komponen kopling self centering release bearing. Akan tetapi self centering release bearing tidak dapat mencegah kebisingan karena permukaan coil yang tidak rata.

Sehingga dengan adanya penekan coil menyebabkan getaran dan kemudian akan diredamkan oleh rubber. Nah, pada proses self release bearing menekan coil, maka akan otomatis dapat menekan ke bawah. Manfaatnya adalah untuk menyesuaikan posisi coil di tengah dengan baik dan akan pas.

Fungsi lainnya adalah untuk mengurangi tingkat kebisingan yang terjadi saat release bearing dan coil berhubungan.

Itulah artikel atau penjelasan mengenai fungsi release bearing di sistem kopling mobil sehingga Bro-Sis bisa memahaminya dan semoga bermanfaat.

Write A Comment