Gas analyzer merupakan alat yang umum dipakai untuk mengukur densitas dan juga komposisi dari gas buang kendaraan yang dilepas ke luar atau udara bebas.

Baca juga:
Fungsi Intake Air Temperature Sensor (IATS) dan Cara Kerjanya
Yuk Simak! Fungsi Release Bearing Pada Kopling Mobil
Fungsi dan Cara Memasang Valve Spring Compressor
Apa Itu Piston Ring Compressor dan Fungsinya? Simak Disini

Nah, mendiagnosa status AFR pada mobil dapat mencegah terjadinya pencemaran udara. Di alat ini ada 6 indikator LED yang dimanfaatkan untuk memantau dari kondisi kadar gas buang pada kendaraan.

Fungsi Gas Analyzer

Fungsi-fungsi umum dari gas analyzer diantaranya :

  1. Mencari tahu efektivitas proses pembakaran atau emisi gas bahan bakar di mesin kendaraan dengan cara menganalisis CO atau karbon monoksida dan juga HC atau Hidrokarbon
  2. Mencari tahu detail kinerja mesin kendaraan yang dipakai apakah masih dalam kondisi yang baik dan bisa diandalkan
  3. Membantu pada saat penyetelan campuran udara serta bahan bakar secara tepat
  4. Mengetahui jika ada kerusakan di bagian mesin kendaraan dengan cara memperhatikan nilai kandungan HC di kendaraan
  5. Mengukur kadar emisi gas buang di kendaraan yang nantinya hasilnya apakah masih cukup ramah lingkungan atau tidak jadi bisa melakukan perbaikan di sistem tertentu dengan baik

Nah, seperti ini display di bagian depan dari gas analyzer secara rinci supaya Bro-Sis memahaminya.

Detail Indikator Bagian Depan Gas Analyzer

Di bagian depan gas analyzer terdapat :

CO2 dalam persen – %Karbon Dioksida
CO dalam persen – % Karbon Monoksida
NOxNitrogen Oksida
O2 dalam persen – % Oksigen
LamdaRasio AFR empiris yang berbanding dengan teoritis-nya
HC – ppmHidrokarbon
AFRPerbandingan campuran bahan bakar serta udara

Pengukuran Gas Analyzer

Rentang tentang pengukuran gas analyzer diantaranya :

HC0 – 9999 ppm
O20.0 – 25.0 %
AFR0.0 – 99.0 %
NOx0 – 5000 ppm
CO0.0 – 10.0 %
CO20.0 – 20.0 %
Lambda0.0 – hingga 2.0

Metode Pendeteksian Gas Analyzer

Metode pendeteksian gas analyzer adalah metode CO, CO serta HC dan metode pendeteksian O2 serta nox atau Elektrochemical Method.

Kondisi Penggunaan

Kondisi penggunaan gas analyzer adalah :

  • Dilarang memakai di lingkungan tercemar
  • Hindari sinar matahari secara langsung
  • Tempat memiliki ventilasi yang bagus
  • Dipasang kurang lebih 25 cm dari permukaan tanah

Cara Menggunakan Gas Analyzer Qrotech

Seperti inilah cara memakai gas analyzer dengan baik, yaitu :

  1. Membaca prosedur yang ada di bagian gas analyzer
  2. Menyolokkan steker pada sumber aliran listrik AC atau listrik PLN
  3. Menekan switch ON di gas analyzer yang ada di bagian body belakang
  4. Perhatikan pada bagian display gas analyzer menyala dan akan pindah ke mode stand by
  5. Otomatis gas analyzer melakukan penghitungan mundur
  6. Tunggulah hingga angkanya ada di display gas analyzer sampai menunjukkan angka 0
  7. Selanjutnya tinggal pencet tombol Zero atau Zero Calibration dan di display gas analyzer mulai muncul angka hitung mundur
  8. Setelah melakukan zero calibration kemudian memasukkan probe ke bagian dalam knalpot kendaraan Bro-Sis untuk melakukan pengujian kandungan emisi gas buangnya. Nah, kondisi kendaraan dalam keadaan kondisi mesin nyala dan injak pedal gas hingga rpm engine menunjukkan angka 2000 rpm
  9. Menekan ENT atau Meas
  10. Tunggulah hingga angka yang ada di display gas analyzer stabil
  11. Setelah angkanya stabil kemudian menekan HOLD sampai 2 kali dan masukkan kode atau nomor kendaraannya
  12. Tekan panah ke atas untuk tambah angka dan juga tanda panah untuk memindah pada posisi berikutnya
  13. Setelah selesai lalu tekan HOLD 1 kali supaya bisa cetak hasil pendeteksian dari kadar emisi gas buang kendaraan
  14. Berikutnya tekan Zero atau STDBY dan tekan Zero 1 kali lagi untuk hilangkan story awal tadi

Jadi, itulah artikel tentang fungsi dan juga panduan memakai gas analyzer dengan baik dan semoga bermanfaat.

Sumber: Youtube.com – wahyu arief (Gambar) / Belajarsesuatu.id

Comments are closed.